Senin, 14 Juli 2025

SEJARAH DESA AGUSEN : DARI KAMPUNG TERASING MENJADI KAMPUNG WISATA





Geografis Desa Agusen


                            Data Desa Agusen Kecamatan Blang Kejeren Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh

Luas Wilayah ( Ha )

Jumlah Penduduk ( Jiwa )

Luas Lahan Pertanian ( Ha )

Luas Lahan Tidur (Ha )

Jumlah Sarana

Sanitasi

Pria

Wanita

Padi

Kopi

Kakao

Sere Wangi

Nilam

Lainya

 

Masjid

Menasah

Air Bersih

MCK

410 Ha

1.092

1.230

35,6

4 Ha

2 Ha

54,5 Ha

0,1

 -

12 Ha

2

5

Ada

Ada



                                         Link Data Desa Agusen



Keterangan

Jumlah

Jumlah Jiwa

781

Perempuan

394

Laki-laki

387

Balita

56

Lansia

45


Desa Agusen

Desa Agusen merupakan sebuah desa yang berada di wilayah paling ujung Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Desa ini menyimpan sejarah panjang, penuh dinamika, dan telah mengalami transformasi besar dalam beberapa dekade terakhir—dari kampung yang terasing menjadi salah satu destinasi wisata yang menjanjikan.

Asal Usul Nama dan Masa Penjajahan

Nama "Agusen" diyakini berasal dari bulan Agustus, merujuk pada masa penjajahan Belanda. Pada saat itu, kawasan ini dijadikan sebagai lokasi pembuangan bagi penderita lepra. Karena peranannya sebagai tempat isolasi, Agusen dahulu dikenal sebagai daerah yang memiliki citra kurang baik di mata masyarakat sekitar—terasing dan tidak diperhitungkan.

Perintisan dan Perkembangan Awal

Warga pertama yang menghuni kawasan Agusen sebagian besar berasal dari daerah Gele. Kehidupan mereka dimulai dari kondisi yang serba terbatas. Baru pada tahun 2003, Agusen ditetapkan sebagai desa persiapan, yang dipimpin oleh Alm. Pelin sebagai tokoh penting awal pembangunan.

Dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2006, dilakukan pemilihan pengulu pertama. Abdul Kadir terpilih sebagai pengulu definitif pertama dan memimpin selama enam tahun. Setelah masa jabatannya berakhir, kepemimpinan dilanjutkan oleh Muhammad Kasas yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Desa, dan memimpin selama tiga tahun. Kemudian, pada tahun 2015, Bapak Ramdan terpilih sebagai pengulu, dan dipercaya oleh masyarakat untuk menjabat dua periode hingga saat ini (per 2025).

Masa Kelam: Sentra Ganja

Agusen pernah dikenal sebagai salah satu daerah dengan produksi ganja terbanyak di Aceh. Tanaman ganja tumbuh subur di lahan-lahan pertanian warga, dan menjadi sumber ekonomi utama pada masa lalu. Namun, citra ini perlahan berubah seiring dengan kesadaran masyarakat dan perhatian pemerintah terhadap potensi pertanian yang sah dan berkelanjutan.

Transformasi Menuju Desa Produktif dan Bersih Narkoba

Sejak pertengahan 2010-an, warga Agusen mulai beralih ke pertanian legal dan produktif. Kini, komoditas utama desa ini meliputi:

  • Kopi Arabika Gayo

  • Cabai merah

  • Kemiri

  • Bawang merah dan putih

  • Tanaman hortikultura lainnya

Langkah besar perubahan ini mendapat perhatian luas, salah satunya dari Komjen Budi Waseso yang pada tahun 2018 datang langsung ke Agusen bersama jajaran kementerian untuk melakukan penanaman kopi perdana. Momen tersebut menjadi tonggak penting bagi transformasi desa ini.

Agusen sebagai Kampung Wisata

Masih di tahun 2018, Desa Agusen resmi ditetapkan sebagai kampung wisata, berkat kekayaan alamnya yang masih sangat alami. Sungai yang mengalir di desa ini jernih dan airnya bisa langsung diminum. Udara sejuk, hutan yang masih lebat, serta potensi flora-fauna lokal menjadikan Agusen sebagai destinasi ekowisata yang potensial.

Agusen juga dikenal sebagai Kampung KB "Putri Juntik", karena keunikan anggrek liar yang tumbuh alami di batang-batang pohon. Keindahan anggrek ini menjadi simbol keharmonisan antara manusia dan alam di Agusen.

Pembagian Wilayah dan Sosial Kemasyarakatan

Desa Agusen saat ini terbagi menjadi empat dusun, yaitu:

  1. Dusun Toa

  2. Dusun Singah Mule

  3. Dusun Uken

  4. Dusun Pal 15

Masyarakatnya dikenal ramah, ulet, dan mulai aktif dalam pembangunan desa baik dari sisi infrastruktur, pendidikan, maupun pariwisata. Meski masih menghadapi tantangan seperti oknum-oknum tak bertanggung jawab, masyarakat Agusen tetap kompak dan bertekad mewujudkan desa yang:

  • Mandiri secara ekonomi

  • Bersih dari narkoba

  • Ramah wisata

  • Menjunjung tinggi nilai adat dan gotong royong


Penutup

Desa Agusen telah melalui perjalanan panjang dari masa keterasingan menuju kebangkitan sebagai desa wisata dan pertanian. Transformasi ini tidak lepas dari peran masyarakat lokal yang berani berubah, serta dukungan dari pemerintah daerah dan pusat. Kini, Agusen menjadi contoh nyata bahwa perubahan adalah mungkin, bahkan bagi desa yang pernah dipandang sebelah mata.



Minggu, 06 Juli 2025

 

Sejarah Desa Agusen

Sejarah Desa Agusen: Dari Kampung Terasing ke Kampung Wisata

Desa Agusen merupakan sebuah desa yang terletak di wilayah paling ujung Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Desa ini menyimpan sejarah panjang dan telah mengalami transformasi besar—dari kampung terasing menjadi kampung wisata yang potensial.

Asal Usul Nama dan Masa Penjajahan

Nama "Agusen" berasal dari bulan Agustus, yang merujuk pada masa penjajahan Belanda. Kala itu, wilayah ini dijadikan tempat pembuangan penderita lepra. Hal ini membuat Agusen sempat dikenal sebagai daerah yang memiliki citra negatif dan terisolasi.

Perintisan dan Perkembangan Awal

Warga pertama Agusen banyak yang berasal dari daerah Gele. Pada tahun 2003, Agusen ditetapkan sebagai desa persiapan yang dipimpin oleh Alm. Pelin. Lalu pada 2006, dilakukan pemilihan pengulu pertama dan dimenangkan oleh Abdul Kadir (menjabat selama 6 tahun).

Kemudian, Muhammad Kasas menjabat sebagai pengulu selama 3 tahun, dilanjutkan oleh Ramdan yang terpilih pada 2015 dan menjabat dua periode hingga sekarang.

Masa Kelam: Sentra Ganja

Dulu, Agusen dikenal sebagai salah satu daerah penghasil ganja terbesar di Aceh. Namun, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat dan perhatian pemerintah, wajah Agusen mulai berubah.

Transformasi Menuju Desa Produktif

Warga beralih ke pertanian legal dan produktif, seperti:

  • Kopi Arabika Gayo
  • Cabai merah
  • Kemiri
  • Bawang merah & putih
  • Sayuran dan hortikultura lainnya

Pada 2018, Komjen Budi Waseso bersama jajaran kementerian pusat menanam kopi perdana di Agusen sebagai simbol dukungan.

Penetapan sebagai Kampung Wisata

Masih di tahun 2018, Agusen ditetapkan sebagai Kampung Wisata karena keindahan alamnya. Sungai di sini sangat jernih, airnya dapat langsung diminum, dan udara tetap segar.

Agusen juga dikenal sebagai Kampung KB “Putri Juntik” berkat anggrek liar yang tumbuh alami, menambah daya tarik wisata alam dan edukatif.

Pembagian Wilayah

Desa Agusen terdiri dari 4 dusun:

  • Dusun Toa
  • Dusun Singah Mule
  • Dusun Uken
  • Dusun Pal 15

Penutup

Perjalanan Agusen dari kampung terasing menjadi desa wisata adalah contoh nyata perubahan yang lahir dari semangat masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kerja keras, Agusen terus melangkah menjadi desa yang mandiri, produktif, bersih dari narkoba, dan penuh potensi masa depan.

SEJARAH DESA AGUSEN : DARI KAMPUNG TERASING MENJADI KAMPUNG WISATA

Geografis Desa Agusen                             Data Desa Agusen Kecamatan Blang Kejeren Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh Luas Wi...