Sejarah Desa Agusen: Dari Kampung Terasing ke Kampung Wisata
Desa Agusen merupakan sebuah desa yang terletak di wilayah paling ujung Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Desa ini menyimpan sejarah panjang dan telah mengalami transformasi besar—dari kampung terasing menjadi kampung wisata yang potensial.
Asal Usul Nama dan Masa Penjajahan
Nama "Agusen" berasal dari bulan Agustus, yang merujuk pada masa penjajahan Belanda. Kala itu, wilayah ini dijadikan tempat pembuangan penderita lepra. Hal ini membuat Agusen sempat dikenal sebagai daerah yang memiliki citra negatif dan terisolasi.
Perintisan dan Perkembangan Awal
Warga pertama Agusen banyak yang berasal dari daerah Gele. Pada tahun 2003, Agusen ditetapkan sebagai desa persiapan yang dipimpin oleh Alm. Pelin. Lalu pada 2006, dilakukan pemilihan pengulu pertama dan dimenangkan oleh Abdul Kadir (menjabat selama 6 tahun).
Kemudian, Muhammad Kasas menjabat sebagai pengulu selama 3 tahun, dilanjutkan oleh Ramdan yang terpilih pada 2015 dan menjabat dua periode hingga sekarang.
Masa Kelam: Sentra Ganja
Dulu, Agusen dikenal sebagai salah satu daerah penghasil ganja terbesar di Aceh. Namun, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat dan perhatian pemerintah, wajah Agusen mulai berubah.
Transformasi Menuju Desa Produktif
Warga beralih ke pertanian legal dan produktif, seperti:
- Kopi Arabika Gayo
- Cabai merah
- Kemiri
- Bawang merah & putih
- Sayuran dan hortikultura lainnya
Pada 2018, Komjen Budi Waseso bersama jajaran kementerian pusat menanam kopi perdana di Agusen sebagai simbol dukungan.
Penetapan sebagai Kampung Wisata
Masih di tahun 2018, Agusen ditetapkan sebagai Kampung Wisata karena keindahan alamnya. Sungai di sini sangat jernih, airnya dapat langsung diminum, dan udara tetap segar.
Agusen juga dikenal sebagai Kampung KB “Putri Juntik” berkat anggrek liar yang tumbuh alami, menambah daya tarik wisata alam dan edukatif.
Pembagian Wilayah
Desa Agusen terdiri dari 4 dusun:
- Dusun Toa
- Dusun Singah Mule
- Dusun Uken
- Dusun Pal 15
Penutup
Perjalanan Agusen dari kampung terasing menjadi desa wisata adalah contoh nyata perubahan yang lahir dari semangat masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kerja keras, Agusen terus melangkah menjadi desa yang mandiri, produktif, bersih dari narkoba, dan penuh potensi masa depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar